proto 1
Teriknya matahari siang itu memang terasa membakar kulit.
Perjalanan panjang menuju sebuah kota kecil di wilayah avisham inilah yang
membawa dua manusia ini kembali bertemu dan berada dalam atmosfer yang sama.
kintan bingung, entah apa yang menuntunnya untuk ikut dalam kegiatan ini,
dilema antara cinta dan keterpaksaan. Bukan hal yang mudah baginya untuk berada
dalam satu proyek dengan manusia yang sudah sangat ia inginkan untuk keluar
dari bingkai hatinya. Namun apa daya, nasib berkata lain, manusia itu masih
menjadi pemeran utama dalam drama percintaan dihidupnya. kintan dihadapkan
kembali kepada masa masa mendilemakan yang seharusnya tak bertema seperti ini
lagi. Dengan menggunakan bis biru yang nyaman ini, sekaligus ditemani keindahan
tatanan pedesaan diperjalanan ini, membuat kintan semakin tak sanggup menahan
perasaan untuk bisa berada bersama dan membagi rasa bersama rifal. Namun hal
ini adalah hal yang harus dihindari oleh kintan, bagaimana tidak, sumpahnya
telah terpatri didalam hati terasa begitu menusuk. Tak ada lagi cinta kepada
rifal. Lupakan. Lupakan. Apapun kondisinya. Dimanapun tempatnya. Namun ini
bukanlah hal yang mudah bagi kintan.
Kegiatan ini diselenggarakan atas program kerja organisasi
yang kintan dan rifal ikuti sejak dulu, yaitu energizer. Organisasi yang
berfokus pada pengembangan penelitian tentang energi. Penelitian tentang
bagaimana mereka dapat menciptakan energi baru untuk kesejahteraan manusia. Dan
penelitian kali ini difokuskan pada penelitian tentang energi hayati. Yang
mengharuskan para anggota penelitian ini mencari objek hayati untuk diteliti.
Dan di desa inilah tempatnya. Tempat berkemah sekaligus mencari objek hayati
untuk diteliti
“team andromeda dan
magellan segera untuk merapikan alat alat perkemahannya,kita akan segera turun
sebentar lagi’” ucap kak farid selaku pembina kelompok kegiatan pengamatan ini
Kegiatan penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, dan
sialnya kintan harus lagi lagi bersama rifal. Bagaimanapun dalam sebuah
kelompok,apalagi dalam perkemahan segala bentuk interaksi akan kintan dapatkan
bersama rifal.
Sesaat setelah turun dari bis, kintan mulai berjalan ke arah
pembina yang sibuk mengarahkan peserta . entah apa yang dirasakannya, hawa hawa
percintaan yang menyusup malu kedalam hatinya kian membuatnya tak berdaya.
Hatinya dirundung dilema luar biasa. Antara rasa bahagia karena cinta, juga
rasa sakit karena cinta. Tiba tiba bayangan tentang rifal, tentang indahnya 3
hari ini bersamanya dalam sebuah perkemahan membuatnya harus memukul-mukul
kepalanya menggunakan botol air minum yang ia pegang sejak tadi.
“aaarrrgghh! Lo mikir apa kintan! Lo gaboleh ngarep kayak
gitu! Inget, lo udah janji buat ngelupain rifal,whatever gonna happen lo musti
kuat ngadepinnya. Gaboleh ada cinta. Gaboleh ada harapan apa apa untuk rifal!
Cukup!”
Memang tak mudah untuk bersikap biasa kepada orang yang
terlanjur luar biasa didalam hati. Hal inilah yang kintan takutkan, apakah ia
akan menjauh? Atau mendekat dan merasa nyaman yang terbungkus oleh rasa sakit ?
adakah nyaman atau bahagia didalam sebuah perasaan yang sakit?
Sontak ia terkaget , dari belakang devi,teman yang juga satu
kelompok dengan dia menepuk bahunya
“oii ntan, lu kenapa? Hah? “ tanyanya


Bahasanya bagus dan luar biasa menyentuh
BalasHapusTerima kasih atas partisipasiya ;) jangan bosann mampir ke blog saya ya gan!
BalasHapus