kapas yang malang
pernahkah kau merasa seperti kapas kapas beterbangan diterpa
angin, yang seolah tak berarti apa apa...
kapas kapas itu bukannya tak memiliki arti apa apa, namun sesungguhnya ia
tak memiliki kekuatan untuk menahan terpaan angin yang cukup kuat untuk
melemahkan dirinya..
kapas kapas itu, sungguh malang nasibnya..tak se berharga itukah kapas bagi
angin?
tak bisakah angin lembut itu menuntun kapas kapas lemah ini untuk bisa
menikmati hidupnya,dan melawan kelemahannya?
ataukah memang ego angin telah membuatnya tak bisa melemahkan kekuatannya, sehingga ia tak bisa bijak dalam menuntun..
ataukah memang ego angin telah membuatnya tak bisa melemahkan kekuatannya, sehingga ia tak bisa bijak dalam menuntun..
apakah yang dituntun itu adalah kapas atau layang layang?
atau memang kapas kapas inilah yang terlalu bodoh, terlalu lemah.. sehingga
ia harus terbawa secara ikhlas oleh angin tak berperasaan itu?
seharusnya kapas kapas itu sadar diri untuk bisa memposisikan dirinya..
selayaknya kapas kapas itu mampu bergerak dan tak salah dalam memilih
penuntun..
jangan lagi duhai kapas kapas kapas malang..
terlalu lelah dirimu untuk selalu bersandar kepada sesuatu yang salah..
dirimu bukanlah sampah yang tercecer dan terombang ambing diatas air..
bangkitlah duhai kapas kapas putih..
bangkitlah menjadi sebuah jubah besar, karena dengan kebesaranmu itulah
kamu mampu untuk mengendalikan angin..
agar dirimu tak diombang ambingkan oleh angin itu..
berhentilah berharap, karena aku tau kamu lelah..
kapas kapas yang malang...
putarlah haluanmu dan jadilah nahkoda bagi dirimu yang mampu mengendalikan
apapun itu..
angin, air, api, tanah, semua dibawah telapak kakimu...
palu 25 oktober 2015


Komentar
Posting Komentar