kau tak menghilang
aku mencari seseorang yang seperti menghilang. setiap hari aku selalu berusaha untuk melihatnya, namun sulit tuk ku temui. bahkan untuk menemuinya di dunia maya pun saat ini terasa begitu sulit. aku melihat kontak bbmnya, sebulan lebih aku tak pernah melihat pembaharuan apapun. aku melihat profil instagramnya, hal yang sama aku dapatkan. bahkan aku melihat aktivitasnya melalui fitur following di instagram, hanya mungkin tiga kali aku melihat aktivitasnya selama lebih dari sebulan ini. padahal biasanya aku selalu bisa melihat aktivitasnya setiap hari. aku melihat profil facebook dan twitternya pun sama, tak ada aktivitas. aku hanya terpaku pada rutinitas baruku, yaitu mengkepoin profilnya. aku melihat kontak linenya, dan status andalannya masih terpampang disana. padahal status itu telah lama disana, tak biasanya dia tak menggantinya. aku lihat berandanya pun tak ada aktivitas sama sekali. namun sayang, aku tak dapat melihat kontak whatsapp nya karena saat ini hpku sedang rusak, jadi aku menggunakan hp lama dengan akun baru sehingga aku tak memiliki kontaknya.
dalam fikiranku mungkin memang dia ingin fokus untuk menjauhiku, atau mungkin bisa jadi hpnya rusak atau mungkin ia sedang fokus untuk menghafalkan hafalannya? entahlah, yang pasti saat ini sangat sulit bahkan mustahil lagi bagiku tuk berinteraksi dengannya. meskipun sempat beberapa kali aku berpapasan dengannya dan sempat juga kami saling bertukar senyum, meskipun aku tak tahu apakah senyuman itu tulus dari hatinya atau sekedar untuk menghargaiku. aku tak peduli, yang pasti hatiku senang saat itu. salah satu jurus andalanku adalah mencari tahu kapan dan dimana kuliahnya, di ruang berapa agar aku bisa setidaknya berpura-pura untuk melewati kelasnya atau mencocokkan jadwal dan ruangan kita. iya, aku suka sekali melakukannya. meskipun aku tahu ini konyol dan gila. namun aku tak bisa memungkiri bahwa semua tentangnya adalah hal yang indah bagiku.
sampai pada saat pembagian ruang kelas ppb, aku berharap bisa sekelas dengannya namun tidak. aku tidak mengikuti ujian sehingga aku tidak mungkin sekelas dengannya. namun aku tak kehabisan akal, aku cari kelasnya. sekarang aku tahu, dia ada di kelas D bersama teman kelasku. senangnya aku, setidaknya aku bisa meminta temanku untuk menjadi mata-mata disana. beberapa minggu setelah pembagian kelas ppb bahasa arab, kelas ppb bahasa inggris untuk mahasiswa yang lolos tes pun dibagikan. aku kembali berharap bisa sekelas dengannya, namun ternyata tidak lagi. dan aku tak menyerah, aku cari kelasnya dan aku tak menemukannya. hingga aku berkesimpulan bahwa dia pasti tak mengikuti ppb bahasa inggris karena sudah mengikutinya semester kemarin.
rutinitasku yang selalu aku lakukan yaitu stalker sempat berujung pada sebuah kiriman yang mendeskripsikan tentangnya di twitter. itu sepertinya adalah twitter kelas nya di sma dulu. dan kutipan deskripsi itu aku jadikan status bbmku, toh dia saat ini tak lagi aktif di sosial media manapun. banyak sekali kata-kata yang aku buat tentangnya di sosmedku itu, karena aku yakin dia tak mungkin membacanya.
karena fitrin adalah teman kelasnya di ppb bahasa arab yang juga teman kelasku seangkatan aku mencoba meminta kepada fitrin untuk memfotokan absen kelasnya, aku ingin melihat nama dan tanda tangannya namun hal itu tak bisa terjadi karena suatu hal. lalu aku mencoba meminta ke fitrin untuk mencarikan nomor hpnya, ya aku mendapatkannya setelah fitrin mengirimkanku screenshot anggota grup kelasnya. aku simpan nomornya dan ternyata nomornya tak muncul di kontak whatsappku, ini berarti dia benar-benar sedang tak aktif di sosial media manapun. yasudahlah, hatiku tenang. setidaknya anggapanku bahwa dia menjauhiku itu salah.
sampai pada suatu saat, aku menemuinya di lantai satu karena kebetulan jadwal kita sama dan ruangan yang berdekatan. namun dia tak memberikan senyuman untukku, hanya sebuah tatapan. dan hal itu terjadi tak hanya sekali. ketika hari sabtu, betapa terkejutnya aku melihatnya ada di gedung ppb lalu aku bingung harus bagaimana saat berpapasan dengannya. aku bertanya, apakah kamu ikut ppb? dia menjawab standar dengan jawaban iya. aku berarti selama ini salah !
beberapa hari setelah itu aku kembali iseng untuk melihat kembali list kontak grup kelas ppb yang dikirimkan fitrin, dan aku kembali mencoba untuk mencocokkan nomor hpnya dan ternyata, aku salah. aku salah memasukkan nomor, nomor yang aku perbaharui itu ternyata muncul di kontak whatsappku dan aku lihat last seennya adalah hari itu pada jam sekian. betapa terkejutnya aku, ternyata dia tidak menghilang dari sosmed-sosmednya. dia ada! apakah dia selama ini menjadi pembaca gelap status-statusku? betapa malunya aku jika dia tahu bahwa dialah yang aku sayangi selama ini. aku merasa seperti terlihat tak punya nyali. lantas apakah ini yang membuat sikapnya aneh? apakah dia menjauhiku karena dia merasa bahwa aku menyayanginya? tapi mengapa? apa salahnya aku menyayangimu? apakah karena dia tahu bahwa hpku rusak jadi dia sengaja bersembunyi dan hanya menggunakan whatsappnya yang aku tak mengetahuinya? mengapa??
aku tahu, karena kita memang tak akan bisa untuk bersatu.
.
.
dalam fikiranku mungkin memang dia ingin fokus untuk menjauhiku, atau mungkin bisa jadi hpnya rusak atau mungkin ia sedang fokus untuk menghafalkan hafalannya? entahlah, yang pasti saat ini sangat sulit bahkan mustahil lagi bagiku tuk berinteraksi dengannya. meskipun sempat beberapa kali aku berpapasan dengannya dan sempat juga kami saling bertukar senyum, meskipun aku tak tahu apakah senyuman itu tulus dari hatinya atau sekedar untuk menghargaiku. aku tak peduli, yang pasti hatiku senang saat itu. salah satu jurus andalanku adalah mencari tahu kapan dan dimana kuliahnya, di ruang berapa agar aku bisa setidaknya berpura-pura untuk melewati kelasnya atau mencocokkan jadwal dan ruangan kita. iya, aku suka sekali melakukannya. meskipun aku tahu ini konyol dan gila. namun aku tak bisa memungkiri bahwa semua tentangnya adalah hal yang indah bagiku.
sampai pada saat pembagian ruang kelas ppb, aku berharap bisa sekelas dengannya namun tidak. aku tidak mengikuti ujian sehingga aku tidak mungkin sekelas dengannya. namun aku tak kehabisan akal, aku cari kelasnya. sekarang aku tahu, dia ada di kelas D bersama teman kelasku. senangnya aku, setidaknya aku bisa meminta temanku untuk menjadi mata-mata disana. beberapa minggu setelah pembagian kelas ppb bahasa arab, kelas ppb bahasa inggris untuk mahasiswa yang lolos tes pun dibagikan. aku kembali berharap bisa sekelas dengannya, namun ternyata tidak lagi. dan aku tak menyerah, aku cari kelasnya dan aku tak menemukannya. hingga aku berkesimpulan bahwa dia pasti tak mengikuti ppb bahasa inggris karena sudah mengikutinya semester kemarin.
rutinitasku yang selalu aku lakukan yaitu stalker sempat berujung pada sebuah kiriman yang mendeskripsikan tentangnya di twitter. itu sepertinya adalah twitter kelas nya di sma dulu. dan kutipan deskripsi itu aku jadikan status bbmku, toh dia saat ini tak lagi aktif di sosial media manapun. banyak sekali kata-kata yang aku buat tentangnya di sosmedku itu, karena aku yakin dia tak mungkin membacanya.
karena fitrin adalah teman kelasnya di ppb bahasa arab yang juga teman kelasku seangkatan aku mencoba meminta kepada fitrin untuk memfotokan absen kelasnya, aku ingin melihat nama dan tanda tangannya namun hal itu tak bisa terjadi karena suatu hal. lalu aku mencoba meminta ke fitrin untuk mencarikan nomor hpnya, ya aku mendapatkannya setelah fitrin mengirimkanku screenshot anggota grup kelasnya. aku simpan nomornya dan ternyata nomornya tak muncul di kontak whatsappku, ini berarti dia benar-benar sedang tak aktif di sosial media manapun. yasudahlah, hatiku tenang. setidaknya anggapanku bahwa dia menjauhiku itu salah.
sampai pada suatu saat, aku menemuinya di lantai satu karena kebetulan jadwal kita sama dan ruangan yang berdekatan. namun dia tak memberikan senyuman untukku, hanya sebuah tatapan. dan hal itu terjadi tak hanya sekali. ketika hari sabtu, betapa terkejutnya aku melihatnya ada di gedung ppb lalu aku bingung harus bagaimana saat berpapasan dengannya. aku bertanya, apakah kamu ikut ppb? dia menjawab standar dengan jawaban iya. aku berarti selama ini salah !
beberapa hari setelah itu aku kembali iseng untuk melihat kembali list kontak grup kelas ppb yang dikirimkan fitrin, dan aku kembali mencoba untuk mencocokkan nomor hpnya dan ternyata, aku salah. aku salah memasukkan nomor, nomor yang aku perbaharui itu ternyata muncul di kontak whatsappku dan aku lihat last seennya adalah hari itu pada jam sekian. betapa terkejutnya aku, ternyata dia tidak menghilang dari sosmed-sosmednya. dia ada! apakah dia selama ini menjadi pembaca gelap status-statusku? betapa malunya aku jika dia tahu bahwa dialah yang aku sayangi selama ini. aku merasa seperti terlihat tak punya nyali. lantas apakah ini yang membuat sikapnya aneh? apakah dia menjauhiku karena dia merasa bahwa aku menyayanginya? tapi mengapa? apa salahnya aku menyayangimu? apakah karena dia tahu bahwa hpku rusak jadi dia sengaja bersembunyi dan hanya menggunakan whatsappnya yang aku tak mengetahuinya? mengapa??
aku tahu, karena kita memang tak akan bisa untuk bersatu.
.
.


Komentar
Posting Komentar