kilas balik materi dan kuliah pancasila semester 1 (materi pilihan)
Nama : fathul khairi
Nim : 16610016
Prodi : matematika
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Berikut
ini adalah hasil review saya terhadap materi pancasila dari kelompok 9 dan
kelompok saya sendiri yaitu kelompok 6 tentang ekonomi pancasila dan tentang konstitusi
indonesia
Review
1
Tentu kita telah mengetahui bahwa pancasila merupakan landasan bagi
negara indonesia dalam segala aspek kebangsaan dan kenegaraan. Karena
kedudukannya yang sangat fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
pancasila tentunya diharapkan mampu untuk menjiwai seluruh aspek kehidupan
berbangsa agar apa yang dicita-citakan dalam pancasila itu dapat terwujud
dengan baik. Sistem ekonomi negara juga tentunya menjadi salah satu bagian yang
harus mendapatkan jiwa pancasila dalam setiap kegiatannya. Penjiwaan ini
tentunya bukan hanya untuk sistem ekonomi makro, semua sistem ekonomi di negara
indonesia harus dijiwai oleh pancasila
Perkembangan
ekonomi pancasila saat ini mengalami
perkembangan terus-menerus. Meskipun sebagian orang awam berpendapat bahwa
perkembangan ekonomi yang ada diindonesia sendiri masih terlalu lamban. Dalam
hal ini banyak diantara kita yang tidak ragu-ragu lagi dalam menyatakan, bahwa
sistem ekonomi yang berlaku diindonesia dewasa ini mengandung unsur-unsur yang
kuat dari sistem pasar bebas yang kapitalistik. Walaupun pendapat ini banyak
dibantah karena besarnya campur tangan pemerintah dalam setiap kegiatan
ekonomi, dan karena adanya perencanaan sentral yang “kuat”dari Bappenas, namun dari pengalaman yang sudah terjadi bahwa
unsur-unsur pasar bebas sangatlah menonjol. Seorang ahli ekonomi dari luar
negri mengatakan bahwa sistem perekonomi indonesia”jauh lebih bebas”
dibandingkan dengan negaranya sendiri. Jadi dalam sistem perekonomian idonesia
banyak yang bercirikan sitem ekonomi kapitalis, dimana sistem ekonomi kapitalis
atau sistem ekonomi komunis itu sendiri adalah sistem ekonomi dimana
perdangangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh milik swasta
dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Selain itu sistem ekonomi
kapitalis ini juga merupakan kebebasan individu melakukan pekerjaan sesuai
dengan kenginginannya atau hak individu tersebut mutlak dan penuh terhadap
harta dan penggunaannya. Dengan demikian adanya kebebasan dalam melakukan
tindakan ekonomi dan persaingan antara pelaku ekonommi terjamin secara penuh
untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi individu yang bersangkutan.
Ekonomi pancasila
Ekonomi
atau perekonomian adalah sistem yang menggambarkan perikehidupan manusia
sehari-hari, yang menyangkut usahanya untuk memenuhi kebutuhaannya, dan yang
terutama berhubungan dengan masalah pemanfaatan barang-barang material,
sedangkan Ilmu ekonomi itu sendiri adalah ilmu sosial atau ilmu masyarakat yang
harus diabdikan untuk kepentingan kemajuan kemanusiaan dan merupakan
kajian tentang manusia dalam
kehidupannya sehari-hari , mempelajari perbuatan perorangan dan perbuatan
sesama manusia yang paling erat kaitannnya dengan pencapaiaan pemanfaatan alat
pemenuhan kebutuhan materil bagi kesejahtraannya. Ekonomi pancasila adalah
suatu sistem ekonomi atau sistem perekonomian dimana sistem ekonomi pancasila
it adalah sistem ekonomi yang dijiwai oleh ideologi pancasila,yang merupakan
usaha bersama yang berdasarkan
kekeluargaan dan kegotong-royongan nasional. Dalam sistem ekonomi
pancasila memiliki ciri-ciri khas
sebagaimana yang terdapat pada UUD 1945
pasal 33 dan GBHN Bab III B No.14. sistem ekonomi pancasila, sekali lagi harus
benar benar dijiwai oleh nilai nilai pancasila secara utuh. Bukan hanya sekedar
mengetahui ciri-cirinya saja, karena ketika kita tidak mampu menjalankan
nilai-nnilai pancasila didalamnya secara baik maka kita akan kehilangan
ciri-ciri itu. lantas mungkinkah masih bisa disebut sebagai ekonomi pancasila?
Sasaran sistem ekonomi
pancasila adalah mencapai masyarakat makmur berasaskan pancasila. Sistem
ekonomi pancasila selain memperhatikan aspek pertumbuhan ekonomi yang di ukur
berdasarkan kenaikaan GNP (Gross National Product), juga membentuk manusia
budaya seutuhnya yang selain membutuhkan sandang, pangan, papan, juga
membutuhkan kesehatan, kebudayaan, dan kerohanian. Tujuan masyarakat pancasila
yaitu masyarakat yang sosialis, tertib, aman, tenteram, sejahtera, ramah tamah,
kekeluargaan, gotong royong serta berkesadaran bekerja. Dengan berbagai teori
yang sudah sangat rapi ini, tentunya bukan hal yang aneh bagi kita jika ingin
mewujudkan sistem ekonomi pancasila. Tentu sebagai negara yang berlandaskan
pancasila sudah seharusnya yang menjadi kiblat perekonomian negara kita juga
adalah pancasila, bukan malah sistem kapitalis yang sedang marak diadopsi di
Indonesia.
Review 2
Pancasila dalam
perkembangannya tentu tidak terlepas dari pengaruh tokoh-tokoh yang berperan
didalamnya. Dalam sejarahnya proses perumusan pancasila dan UUD 1945 bukanlah
sesuatu yang mudah dan instan. Semuanya dilalui dalam proses panjang.
UUD
1945 sebagai konstitusi negara
Sebenarnya. konstitusi (constitution) berbeda
dengan Undang-Undang Dasar (Grundgezets), dikarenakan suatu
kekhilafan dalam pandangan orang mengenai konstitusi pada negara-negara modern
sehingga pengertian konstitusi itu kemudian disamakan dengan Undang-Undang
Dasar. Kekhilafan ini disebabkan oleh pengaruh faham kodifikasi yang
menghendaki agar semua peraturan hukum ditulis, demi mencapai kesatuan hukum,
kesederhanaan hukum dan kepastian hukum. Begitu besar pengaruh faham
kodifikasi, sehingga setiap peraturan hukum karena penting itu harus ditulis,
dan konstitusi yang ditulis itu adalah Undang-Undang Dasar.
Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu :
1) Konstitusi tertulis dan
2) Konstitusi tak tertulis
Hampir semua negara di dunia memiliki konstitusi
tertulis atau Undang-Undang Dasar (UUD) yang pada umumnya mengatur mengenai
pembentukan, pembagian wewenang dan cara bekerja berbagai lembaga kenegaraan
serta perlindungan hak azasi manusia.
Konstitusi suatu negara
pada hakekatnya merupakan hukum dasar tertinggi yang memuat hal-hal mengenai
penyelenggaraan negara, karenanya suatu konstitusi harus memiliki sifat yang
lebih stabil dari pada produk hukum lainnya. Terlebih lagi jika jiwa dan
semangat pelaksanaan penyelenggaraan negara juga diatur dalam konstitusi
sehingga perubahan suatu konstitusi dapat membawa perubahan yang besar terhadap
sistem penyelenggaraan negara. Bisa jadi suatu negara yang demokratis
berubah menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya.
Adakalanya keinginan rakyat untuk
mengadakan perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari.
Hal ini terjadi apabila mekanisme penyelenggaraan negara yang diatur dalam
konstitusi yang berlaku dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi
rakyat. Oleh karena itu, konstitusi biasanya juga mengandung ketentuan
mengenai perubahan konstitusi itu sendiri, yang kemudian prosedurnya dibuat
sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi adalah benar-benar aspirasi
rakyat dan bukan berdasarkan keinginan semena-mena dan bersifat sementara atau
pun keinginan dari sekelompok orang belaka.
Perkembangan konstitusi
indonesia juga tak lepas dari polemik dan berbagai macam latar belakang
perubahannya. Dan polemik terbesar dalam sejarah bangsa yang pernah terjadi dalam perubahan
UUD 1945 adalah saat masa reformasi dimana
konstitusi benar-benar dirombak berdasarkan kekuatan Rakyat. Sehingga dari
peristiwa itu, semakin tegaslah bahwa sejatinya Negara Indonesia adalah negara
demokrasi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa konstitusi itu
mengandung aturan tentang perubahan dirinya sendiri. Jika dalam UUD 1945 proses
perubahan itu termuat dalam pasal 37. Keberaadaan jaminan untuk bisa berubah
kapanpun ini membuat kita sadar bahwa konstitusi tetaplah konstitusi yang
merupakan buatan manusia biasa. Konstitusi bukanlah kitab suci yang merupakan
karya Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga tidak bisa diubah. Namun demikian, sebagai
masayarakat yang baik tentunya kita harus tetap patuh dan taat dengan segala
ketentuan konstitusi yang memang tujuannya baik agar bisa benar-benar tercipta
sistem negara yang adil dan makmur seperti yang diicita-citakan
Refleksi dan Hikmah
belajar pancasila
Setelah melewati waktu
kurang lebih dalam satu semester ini dalam mengikuti mata kuliah pancasila yang
diampu oleh bapak Ali Usman M.si tentunya banyak hal yang dapat dipetik
hikmahnya. Pancasila sebagai fondasi negara tentunya merupakan hal yang sangat
penting untuk terus di pertahankan eksistensinya dalam dunia pendidikan. Sedari
dulu, sejak kecil hingga menjadi mahasiswa nilai-nilai pancasila tak pernah
luput dari bahan pembelajaran, meskipun dengan nama dan komposisi materi yang
berbeda. Dan saat ini dalam tingkatan mahasiswa, saya merasa mendapat banyak
hikmah dari belajar pancasila. Pembelajaran pancasila bagi mahasiswa terasa
begitu “dewasa” karena selain dituntut untuk mengikuti aturan main dari dosen
dalam kontrak kuliah (disini mengajarkan nilai kedisiplinan dan
professionalitas) kita juga diterjunkan langsung kepada situasi untuk bisa
“menganalisa” suatu persoalan. Mendengarkan materi yang dibawakan baik oleh
presentator maupun dosen ternyata mampu untuk mengasah sisi kritis dan wawasan
saya sebagai mahasiswa. Tentang bagaimana saat ini pancasila berperan dalam
menjiwai seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Sudahkah semua elemen
yang ada di dalam Negara ini menggunakan pancasila sebagai “jiwa” dalam hidup
mereka? Ataukah masih sekedar teori yang seperti hanya ada di kepala saja? Sisi
kritis ini juga ternyata terbangun dari sistem diskusi dengan munculnya
pertanyaan-pertanyaan dan sanggahan dalam diskusi yang membuat suasana belajar
mata kuliah ini semakin terasa “excited”. Jujur, saya sangat menyukai yang
namanya diskusi dan perdebatan. Hikmah lain yang bisa saya dapatkan adalah,
bahwa dalam diskusi dan proses belajar kita bisa menemukan warna-warni karakter
pembelajar maupun pengajar. Dalam menggambarkan warna karakter seorang
pengajar, disini tentunya saya hanya mengulas bagaimana karakter seorang bapak
Ali usman yang menurut saya cerdas dan keren hingga membuat saya selain bisa
semakin luas wawasannya dan menjadi semakin kritis ternyata juga mampu membuat
saya belajar menggambarkan gambaran respon mahasiswa (teman-teman saya)
terhadap warna karakter bapak dosen. Sebagai bentuk respon mereka saya bisa
mengetahui dan belajar bahwa ada yang belajar sambil ngantuk, ada yang serius
sampai tak salah fokus dan ada yang apa adanya hingga menjadi salah fokus.
Ragam warna para pembelajar ini memberikan saya semacam sensor untuk kiranya
mendeteksi hal-hal apa saja, dalam hal ini terkhusus “pelajaran” atau “mata
kuliah” yang bisa membuat mahasiswa khususnya teman-teman kelas saya setidaknya
>90% bisa benar-benar menjiwai apa yang mereka pelajari agar tidak ngantuk
dan salah fokus untuk bisa dan mau terus belajar. Sepertinya itulah beberapa
hikmah luar biasa yang saya dapatkan dari belajar mata kuliah pancasila selama
ini.
Kritik
dan saran
Saya
merasa sebagai seseorang mahasiswa yang tentunya belum banyak merasakan asam
garamnya mengejar ilmu tentunya tidak terlalu pantas untuk mengritik seorang
dosen yang pada kenyataannya telah lebih jauh dan dalam merasakan asam
garamnnya mengejar dan mengamalkan ilmu. Namun sebagai manusia saya ingat bahwa
kita ini harus terus belajar, dari lahir hingga maut menjemput. Kritikan
merupakan suatu hal yang menurut saya adalah pembangun, sekaligus sebagai media
belajar abstrak yang sangat penting. Dengan demikian, siapapun yang sedang
belajar tentunya akan membutuhkan kritikan sebagai pembangun diri mereka untuk
semakin kuat dalam belajar. Dalam mata kuliah pancasila saya tidak terlalu
banyak mengkritik, saya hanya menyoroti tentang kemampuan seorang dosen dalam
membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan dirindukan bagi setiap
mahasiswa. Bukannya tidak menyenangkan, namun menurut pandangan saya dengan
mengamati ragam respon mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah ini
mengindikasikan perlunya sebuah inovasi pembelajaran yang menitikberatkan pada
sistem belajar yang sesuai dengan minat mahasiswa. Saran saya, dalam setiap
pokok pembahasan kiranya bapak dosen bisa memberikan sebuah video atau film
tentang pembahasan yang sedang di jalankan, serta saya berharap agar kedepannya
dalam proses belajar bapak bisa lebih menguasai kelas agar perhatian mahasiswa
bisa optimal. Mungkin dengan sering jalan ke kursi mahasiswa untuk sekedar
menyapa atau menanyakan tentang materi yang sedang berlangsung ketika
menjelaskan, agar suasana kelas tidak monoton dan akhirnya banyak mahasiswa
yang mengantuk. Menyelipkan sedikit games, atau sistem belajar melingkar
seperti FGD sepertinya juga merupakan hal yang baik untuk dilakukan kedepannya.
Terlepas
dari semua itu, saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak yang
telah beresedia untuk mengajar kami, berbagi ilmu dengan kami meskipun dalam
kondisi kami yang masih banyak nakal dan tidak bisa memperhatikan materi dengan
baik. Saya turut memohon maaf yang sebesar-besarnya pak. Semoga apa yang telah
dilewati bisa menjadi sesuatu yang berkah disisi Allah. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar